ERP Terpadu untuk Produsen Makanan Ringan Lintas Pabrik
Menyatukan produksi, gudang, dan penjualan tiga pabrik yang sebelumnya berjalan di sembilan spreadsheet terpisah menjadi satu ERP.

Overview
Produsen makanan ringan dengan tiga pabrik dan 34 distributor menjalankan seluruh operasionalnya di sembilan spreadsheet yang saling disalin lewat WhatsApp. Angka stok pusat dan stok pabrik selalu berbeda, dan perbedaannya baru ditemukan saat stok opname bulanan.
Kami membangun satu ERP yang menjadi sumber tunggal untuk bahan baku, produksi, dan pengiriman, lalu mendampingi tim internal selama tiga bulan setelah rilis.
The Challenge
Tiga masalah yang saling mengunci. Pertama, tidak ada definisi tunggal untuk "stok tersedia" — gudang menghitung barang di rak, penjualan menghitung barang yang belum terkirim. Kedua, satu pabrik berada di lokasi dengan koneksi internet yang padam beberapa jam setiap minggu. Ketiga, tim produksi sudah pernah menolak satu sistem sebelumnya karena input hariannya memakan 40 menit per shift.
Our Solution
Satu model data untuk pergerakan barang, dengan setiap perubahan stok tercatat sebagai transaksi yang tidak bisa diedit — koreksi dilakukan dengan transaksi penyeimbang, sehingga selisih bisa dilacak ke jam dan orangnya.
Untuk pabrik dengan koneksi tidak stabil, entri produksi dibuat dapat bekerja luring dan menyinkronkan sendiri saat jaringan kembali. Formulir input harian dipangkas dari 23 field menjadi 9 field dengan sisanya diturunkan otomatis dari nomor batch.
Our Process
Dua minggu pertama dipakai untuk mengamati satu shift penuh di tiap pabrik — bukan wawancara, tetapi duduk di samping operator dan mencatat berapa lama setiap langkah benar-benar memakan waktu.
Rilis dilakukan per modul: gudang lebih dulu selama enam minggu, baru produksi, baru penjualan. Setiap modul berjalan berdampingan dengan spreadsheet lamanya selama dua minggu sebagai pembanding, dan spreadsheet baru dimatikan setelah dua siklus tutup bulan cocok.
Results & Impact
Selisih stok opname turun dari rata-rata 4,1% menjadi 0,6% pada kuartal pertama setelah rilis.
Waktu tutup bulan dari 9 hari kerja menjadi 2 hari kerja. Input harian operator dari 40 menit menjadi 11 menit per shift. Dan yang paling sering disebut tim: pertanyaan "stok kita sebenarnya berapa" sekarang punya satu jawaban.
"Yang berubah bukan cuma sistemnya. Rapat mingguan kami tidak lagi dipakai untuk mendebat angka siapa yang benar."
— Operations Manager, PT Rasa Nusantara Snack
Technologies Used
More Projects
Explore more case studies
Have a project in mind?
Let's discuss how we can help transform your operations — from discovery and design to the system running in production.


